Jumat, 08 Desember 2017

Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer




Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang tutorial dalam Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer, berikut tutorialnya.

1. Rangkai dua buah jaringan dengan nama LAB A dan LAB B seperti pada gambar di bawah ini.


 2. Kemudian atur DHCP, untuk Server LAB B dengan default gateway 192.168.1.254 dan Start IP Address nya 192.168.1.2.


3.  Lalu atur IP Address pada IP Configuration di Server LAB B.
 


4. Atur DHCP pada Server LAB A dengan default gateway 172.16.10.254 dan start IP Address 172.16.10.2

5. Atur IP Address pada IP Configuration di Server LAB A menjadi 172.16.10.1.


6.  Langkah selanjutnya dengan melakukan setting VLAN pada switch dengan klik 1x pada switch kemudian pada tab CLI ketikkan perintah seperti pada gambar di bawah ini.

7. Setelah berhasil melakukan perintah di atas, maka vlan lab a dan lab b telah aktif

8.  Kemudian atur port vlan 100 dari fa 0/1 sampai 0/5.

9. Atur port pada vlan 200 dari fa 0/6 sampai fa 0/10.

10. Maka akan tampil konfigurasi port yang aktif.


11. Langkah selanjutnya, tambahkan 1 router dan hubungkan dengan switch

12. Klik 1x pada router, lalu pada tab CLI ketik no, lalu ketikkan perintah seperti pada gambar di bawah ini untuk VLAN 100.
 

 13.  Kemudian untuk VLAN 200 ketikkan perintah seperti gambar di bawah ini.
 
15. Lakukan ping dari Server B ke Server A.


Rabu, 08 November 2017

IMPLEMENTASI LAN

Dalam melakukan pengkabelan kita terlebih dahulu mengetahui apa saja peralatan yang kita gunakan.
berikut adalah peralatannya:
1. Kabel UPT dan konektor RJ45
2. Hub/Switch sebagai konsentrator
3. PC atau laptop.
4. Tang krimping
Pengkabelan straight
1. Prosedur pengkabelan straight :
  1.  Kupas ujung-ujung kabel UTP sekitar 2cm.

   2. Pisahkan kabel warna-warni dan luruskan. Setelah itu rapikan kemudian susun sesuai dengan  urutan warna orange putih, orange, hijau putih, biru, biru putih, hijau, coklat putih, coklat. Rapikan ujung-ujungnya dan panjangnya harus sama.

   3.Setelah tersusun sesuai warna kemudian siapkan RJ45, kemudian masukkan ujung-ujung kabel ke RJ45 sampai mentok masuk kedalam. 


   4.Setelah benar-benar masuk kemudian lakukan crimping RJ45 menggunakan tang crimping sampai kuningan RJ45 masuk dan mengunci ujung kabel.


   5.  Lakukan test menggunakan LAN tester, jika lampu led pada LAN tester menyala dengan urutan 1-8 maka pengkabelan berhasil dibuat. Jika ada salah satu urutan lampu yang tidak menyala maka pengkabelan gagal.



2. posedur pengkabelan croos
     prosedure pengkabelan cross  sama dengan prosedure pengkabelan straight yang membedakannya  hanya pada pengurutan warna pada proses ke-2, yaitu dengan susunan warna: putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat dan coklat


















Senin, 05 Desember 2016

Tutorial Penggunaan Menu Bar pada Program Kalkulator Sederhana dan Data Mahasiswa


1. Pertama buat new project



1.       2. Lalu klik view pilih toolbox




1.         3. Pada toolbox pilih menustrip



  4. Tampilan setelah memilih toolbox menustrip dan membuat  nama menu



1.         5. Tampilan programm setelah membuat menu bar dan dijalankan

   Nah, pembuatan menubar y selesai. Untuk programnya ikuti langkah langkah di bawah ini


Program Menu Bar
1.        Interface Program

(Gambar 1. Tampilan awal program menampilkan
menu )

2.         Coding Program
a.       Form1
Variable  Komponen
Source Code
btnexit
private void bEXIT_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            this.Close();
        }//keluar dari program

MSkalku

private void MSkalku_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            Form2 kamu = new Form2();
            kamu.Show();
            this.Hide();
        }
}//memunculkan form baru (form2)

MSdatamhs
  private void Msdatamhs_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            Form2 kamu = new Form2();
            kamu.Show();
            this.Hide();
        }
////memunculkan form baru (form3)


b.      Form2
Variable  Komponen
Source Code
btntambah
private void btntambah_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            double a, b, c;
            a = double.Parse(txtnilai1.Text);
            b = double.Parse(txtnilai2.Text);
            c = a + b;
            txthasil.Text = c.ToString();
        }
//untuk menampilkan operator penjumlahan
btnkurang
private void btnkurang_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            double a, b, c;
            a = double.Parse(txtnilai1.Text);
            b = double.Parse(txtnilai2.Text);
            c = a - b;
            txthasil.Text = c.ToString();
        }
//untuk menampilkan operator pengurangan
btnbagi
private void btnbagi_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            double a, b, c;
            a = double.Parse(txtnilai1.Text);
            b = double.Parse(txtnilai2.Text);
            c = a / b;
            txthasil.Text = c.ToString();
        }
//untuk menampilkan operator pmbagian
btnkali
  private void btnkali_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            double a, b, c;
            a = double.Parse(txtnilai1.Text);
            b = double.Parse(txtnilai2.Text);
            c = a * b;
            txthasil.Text = c.ToString();
        }
//untuk menampilkan operator perkalian
btnclear
private void btnclear_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            txthasil.Clear();
            txtnilai1.Clear();
            txtnilai2.Clear();
        }
//keluar dari program
3.      Output

(Gambar 3.1 Tampilan awal menu bar)


(Gambar 3.2 Tampilan saat ke menubar yang
 pertama yaitu kalkulator)

(Gambar 3.3 Tampilan ke form2 yaitu data
 mahasiswa)


(Gambar 3.4 Tampilan setelah menginputkan data)

(Gambar 3.5 Tampilan saat export to data ke Ms. Excel)


(Gambar 3.6 Tampilan isi data mahasiswa setelah di export)

(Gambar 3.7 Tampilan saat menghapus data)